esai

ESAI : Idul Adha dan pendidikan bagi masyarakat

Selasa, 18 Juni 2024 | 11:40 WIB
Ucu, S.S, Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Masyarakat

Baca Juga: Kapolres Subang lakukan peletakan batu pertama bedah rumah warga Kelurahan Dangdeur, Sekmat Subang : Semoga jadi contoh Instansi pemerintah lainya

Pelaksanaan Idul Adha inilah menjadi momen pendidikan yang terbaik sebagai bentuk eliminasi hal-hal di atas yang perlu disadari oleh masyarakat. 

Dengan kata lain hegemoni Idul Adha ini harus menjadi media Pendidikan bagi Masyarakat. 

Sebagaimana kita ketahui dan kita laksanakan, dalam Idul Adha kita secara bersama-sama dan bergotong royong melakukan penyembelihan hewan kurban. 

Saling berbagi tugas, ada yang menyembelih, menyisit memisahkan kulit dari badan hewan, memisahkan daging dari tulang hingga akhirnya bersama-sama mengumpulkan dan membagikannya kepada sesama tanpa melihat status atau apapun. Semua harus merasakan dan merayakan hari besar ini.

Baca Juga: Kapan waktu yang tepat untuk membaca novel teenlit?

Apabila kita runut dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail serta kegiatan kurban yang kita laksanakan saat ini, maka esensi Idul Adha adalah sebagai bentuk pencerah jiwa karena dengan berkurban berarti jiwa kita terhubung dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selanjutnya memupuk keikhlasan, kejujuran dan kesabaran yang membimbing kita mencintai Allah SWT dan akhirnya juga mencintai makhluk ciptaanNya.

Kemudian mempererat tali persaudaraan, kerukunan, kebersaman, gotong royong, saling menghormati kepada sesama manusia serta sikap solidaritas yang tinggi.

Dan yang terakhir memperkuat keteguhan hati dan jiwa dalam diri kita.

Baca Juga: Awas, ini 6 bahaya konsumsi minuman berenergi berlebihan bagi kesehatan

Sebagai negara yang mayoritas penduduk beragama Islam, momen Idul Adha ini adalah momen perayaan hari besar dan senantiasa harus memiliki dampak yang baik bagi masyarakat. 

Sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin seyogyanya menjadi rahmat bagi bangsa ini.

Esensi inilah yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat sebagai hikmah dari momen Idul Adha ini. 

Akhirnya untuk menjadi bangsa yang maju, sebuah bangsa memerlukan masyarakat yang senantiasa tercerahkan, sehingga kesadaran-kesadaran yang melahirkan sikap kebersamaan, gotong royong, saling menghormati dan toleran senantiasa muncul dalam setiap pola prilaku masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB