Ia juga mengingatkan bahwa keistimewaan akses terhadap pendidikan tidak boleh berubah menjadi alat eksklusivitas.
Sebaliknya, pengetahuan harus dibagikan, diterjemahkan, dan disederhanakan agar bisa dipahami oleh lebih banyak orang.
Pendidikan dan kemampuan berpikir kritis
Lebih jauh, Ferry menyoroti hubungan erat antara pendidikan dan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, masyarakat terdidik memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas ruang publik.
“Dengan kemampuan berpikir kritis yang dimilikinya, mereka diharapkan mampu meluruskan disinformasi, menenangkan perbedaan, serta mendorong dialog yang rasional, beradab, dan berlandaskan fakta,” jelas Ferry.
Dalam situasi sosial yang kompleks dan mudah terpolarisasi, suara kelompok terdidik seharusnya menjadi sumber kejernihan, bukan justru memperkeruh keadaan.
Baca Juga: Soal buku Gibran’s Black Paper, Roy Suryo sebut masih banyak bukti yang belum diungkap ke publik
Integritas sebagai inti pendidikan
Ferry menekankan bahwa pendidikan tidak bisa dipisahkan dari integritas.
Tanggung jawab kaum terdidik, menurutnya, bukan hanya soal kecakapan berpikir, tetapi juga keteladanan sikap dan keberpihakan pada kepentingan publik.
“Kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari jumlah orang terdidiknya, tetapi dari sejauh mana kelompok terdidik tersebut bersedia memikul tanggung jawab sosialnya,” ujarnya.
Ia menutup refleksinya dengan menegaskan bahwa pendidikan akan menemukan makna sejatinya ketika digunakan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan bermartabat.***
Artikel Terkait
Ferry Irwandi soroti vonis Ira Puspadewi: Alarm bahaya kriminalisasi keputusan bisnis BUMN
Cerita pilu Ferry Irwandi tembus daerah terisolir untuk salurkan bantuan bencana Sumatera
Kontroversi Ferry Irwandi vs Anggota DPR Endipat Wijaya soal aksi udunan warga Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatera
Ferry Irwandi ungkap harapan baru warga Aceh Tengah, panen cabe bangkitkan ekonomi pascabencana
Ferry Irwandi ungkap fakta lapangan pascabencana Sumatera, salurkan donasi Rp10 miliar untuk korban
Belajar dari Swiss dan Jepang, Ferry Irwandi soroti bahaya gelondongan kayu pascabanjir Sumatera
Ferry Irwandi ingatkan risiko syok pasar usai kirim cabe dari Aceh: Rantai suplai jangan rusak