Beda gaya Dedi Mulyadi dan Pramono atasi kenakalan remaja: Panca Waluya vs Manggarai Bersholawat

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 21 Mei 2025 | 19:37 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri) (Instagram.com/@dedimulyadi71 - @pramonoanungw)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri) (Instagram.com/@dedimulyadi71 - @pramonoanungw)

GENMILENIAL.ID - Dua kepala daerah mencuri perhatian publik dengan pendekatan berbeda dalam menangani kenakalan remaja yang kian marak, terutama tawuran pelajar.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sama-sama meluncurkan program andalan untuk menanggulangi persoalan tersebut.

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengembangkan program pendidikan karakter bernama Panca Waluya. Program ini bertujuan membentuk kepribadian siswa melalui pendekatan tegas dan sistematis.

Salah satu langkah konkret dalam program ini adalah mengirimkan siswa yang terlibat kenakalan remaja seperti tawuran, balapan liar, dan kecanduan game online ke barak militer untuk mendapatkan pendidikan karakter.

Baca Juga: Quraish Shihab kenang Ibrahim Sjarief: Hati memang sedih, air mata berlinang

Terbaru, sebanyak 273 siswa telah dipulangkan setelah mengikuti pendidikan selama 18 hari di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, pada Selasa, 20 Mei 2025.

"Jadi membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan urusan administrasi kewilayahan. Banyak orang meragukan, akhirnya waktu yang menjawab," ujar Dedi dalam pidatonya di Gedung Sate, Bandung.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil pendekatan berbeda melalui program Manggarai Bersholawat, sebuah kegiatan berbasis budaya dan keagamaan yang melibatkan masyarakat untuk menekan angka tawuran di wilayah Manggarai, Jakarta.

Pramono memastikan program ini segera dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan emosional dan spiritual antara pemerintah dan warga.

Baca Juga: Quraish Shihab kenang Ibrahim Sjarief sebagai orang baik: Ketika dimakamkan turun hujan

“Dalam waktu dekat, (Manggarai Bersholawat) dalam minggu ini,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa, 20 Mei 2025.

Perbedaan pendekatan ini menegaskan dua gaya kepemimpinan yang kontras: Dedi Mulyadi lebih fokus pada intervensi dalam sistem pendidikan formal, sedangkan Pramono Anung mengedepankan pendekatan kultural dan dialogis dengan masyarakat.

Keduanya mencerminkan upaya serius pemerintah daerah dalam mencari solusi atas problematika sosial di kalangan remaja.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X