Maret 1943
Baca Juga: Catatan aktivis dan 5 puisi Soe Hok Gie yang inspiratif
2. Senja di pelabuhan kecil
Kepada Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempar, sedu penghabisan bisa terdekap
3. Hampa
Kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik…
Memberat-mencekung punda…
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
Baca Juga: Inilah 6 pilihan kata kata bijak dari Buya Hamka
4. Cintaku jauh di pulau
Cintaku jauh di pulau,
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Artikel Terkait
Catatan aktivis dan 5 puisi Soe Hok Gie yang inspiratif
Pramoedya Ananta Toer, Sastrawan Indonesia yang dihilangkan dalam sejarah, berikut perjalanan hidupnya
Inilah 6 pilihan kata kata bijak dari Buya Hamka
4 Rekomendasi film yang tayang bulan Februari 2023, berbagai genre
Sinopsis 'Mantan Tapi Menikah ', Web Series terbaru yang diperankan oleh Aurelie Moeremans