“Menghadapi fenomena ini, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu spekulatif yang beredar di media sosial,” jelas Daryono.
Ia menyebut kemunculan daratan baru tersebut sebagai proses sedimentasi vulkanik yang lumrah terjadi di kawasan gunung api aktif.
Dengan demikian, istilah 'Cucu Krakatau' yang ramai digunakan untuk menyebut daratan baru tersebut perlu dibedakan dari status geologis sebuah gunung api.
Berdasarkan penjelasan Daryono, daratan itu saat ini merupakan akumulasi material vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau, bukan gunung api independen yang baru lahir.***
Artikel Terkait
Kesaksian pemancing saat Gunung Anak Krakatau erupsi, semburan lava pijar yang menyala terekam kamera
Viral warga Bandar Lampung bagikan kondisi rumahnya yang diselimuti abu vulkanik Gunung Anak Krakatau: Kayak enggak ditempati puluhan tahun
Sempat ditutup imbas abu Anak Krakatau, ini daftar 10 bandara yang kembali resmi beroperasi
Pencarian hari kedua 5 jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, tim SAR perluas area penyisiran
Usai erupsi Anak Krakatau mereda, muncul fenomena 'telur ceplok' yang dipotret dari atas kawah
8 Orang masih dicari, ini pengakuan keluarga Daus sang jurnalis yang hilang saat liputan Anak Krakatau
Kronologi penemuan jenazah Surakman di Pulau Enggano, ABK kapal 5 jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau