'Air pegunungan' tak harus diambil di kaki gunung
Prof. Heru juga meluruskan kesalahpahaman publik tentang istilah air pegunungan.
Menurutnya, istilah itu tidak selalu berarti air diambil tepat di kaki gunung, melainkan tetap dalam sistem hidrogeologi pegunungan yang menyimpan air bersih di kedalaman tertentu.
“Contohnya, Bogor banyak airnya berasal dari Gunung Salak, atau di Jogja dan Klaten dari Gunung Merapi. Jadi tidak harus dekat gunung, yang penting berasal dari akuifer dalam,” jelasnya.
Dengan demikian, ia menilai tudingan KDM soal potensi pergeseran tanah akibat pengambilan air bawah tanah tidak berdasar ilmiah.
Baca Juga: Polres Subang gelar uji coba dan pengecekan SPPG, pastikan kualitas dan keamanan pangan MBG
Aqua Subang gunakan sumur 64–102 meter
Berdasarkan data yang dihimpun, sumber air PT Tirta Investama Subang bukan di kedalaman 132 meter, melainkan 64 hingga 102 meter, dan sudah melalui uji hidrogeologi serta analisis kimia air sesuai standar industri AMDK nasional.
Praktik ini, menurut para ahli, justru merupakan bagian dari standar keamanan dan higienitas air minum kemasan yang menjamin kemurnian serta kualitas air terbebas dari kontaminasi.
Pihak PT Tirta Investama Subang dalam waktu dekat akan memberikan keterangan resmi menanggapi hasil sidak dan pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi tersebut.***
Artikel Terkait
Kunjungi keluarga korban, KDM: Mulai sekarang jadi anak Pak Dedi
KDM soroti biaya study tour: Ada orang tua sampai pinjam ke rentenir demi anak ikut piknik
Kecelakaan maut truk pengangkut galon AQUA di Cijambe Subang, 3 tewas dan 7 luka-luka: Terekam CCTV, diduga rem blong
Sopir truk pengangkut galon AQUA ditetapkan tersangka dalam kecelakaan maut Cijambe
Forum BUMDes Subang gandeng Kemendes PDT, dorong percepatan legalitas dan penguatan ekonomi desa
Komisi III DPRD Subang desak evaluasi angkutan material dan air mineral: Banyak truk kelebihan muatan dan plat luar daerah
FKUB Subang tegaskan pentingnya kepatuhan SKB 2 Menteri untuk cegah konflik rumah ibadah