Kunjungi keluarga korban, KDM: Mulai sekarang jadi anak Pak Dedi

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 21 Juli 2025 | 00:16 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan keluarga korban pasar rakyat di Garut dan janji akan menanggung biaya sekolah anak korban meninggal (Instagram/dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan keluarga korban pasar rakyat di Garut dan janji akan menanggung biaya sekolah anak korban meninggal (Instagram/dedimulyadi71)

GENMILENIAL.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan kepeduliannya dengan mengunjungi langsung keluarga korban yang meninggal dunia dalam insiden pasar rakyat di Pendopo Garut, Jumat, 18 Juli 2025.

Acara tersebut digelar dalam rangka syukuran pernikahan anaknya, Maula Akbar Mulyadi dan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 19 Juli 2025, KDM menyatakan bahwa anak-anak korban, terutama dari kalangan anggota Polri, kini akan menjadi anak asuhnya.

Baca Juga: Wuling Xingguang 730 tertangkap uji jalan di Cipali, netizen kritisi desainnya: Belakang biasa, depan kurang berani

“Mereka kini jadi anak asuh saya,” tulis KDM dalam caption.

Dalam video tersebut, KDM juga berbicara langsung kepada anak salah satu korban dengan penuh empati.

“Mulai sekarang jadi anak Pak Dedi ya. Nanti sekolah, kuliah, atau persiapan jadi Akpol kita,” ucap KDM sambil menepuk pundak anak korban.

Sebagai bentuk nyata kepedulian, KDM menyerahkan santunan sebesar Rp150 juta kepada keluarga korban, sambil meminta maaf atas peristiwa tragis tersebut.

Baca Juga: Donat Pinkan Mambo dibeli Rp2,2 juta oleh Shandy Purnamasari, Nagita Slavina kasih review jujur: Enak tapi...

“Pak Dedi nitip Rp150 juta, Pak Dedi yang makasih, maafin ya,” ujarnya.

Ia juga memberi semangat agar anak-anak korban tidak kehilangan semangat belajar.

“Semangat sekolahnya, nggak boleh putus asa,” kata KDM.

Gubernur yang dikenal dekat dengan rakyat ini berjanji akan menanggung seluruh biaya pendidikan anak-anak korban.

“Calon Akpol, gantiin Bapak. Harus paling pintar, dewasa, paling besar. Maafin ya. Nggak usah berpikir apa-apa sekarang, semuanya tanggung jawab Pak Dedi,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X