Khalid menjelaskan, permintaan tambahan muncul setelah stafnya menanyakan kepastian keberangkatan sejumlah jamaah yang namanya belum keluar.
Baca Juga: Muhammad Lutfi bongkar dugaan manuver asing di bursa RI, Singapura dan MSCI disorot
"Iya. Itu karena 37 itu belum keluar namanya waktu itu menurut PT Muhibbah. Jadi staf kami mem-follow up, 'Ini kenapa masih ada jamaah yang belum jelas, belum keluar namanya?' Kata dia, 'kalau mau keluar ya bayar tambah 1 orang 1.000 dolar'," tutur Khalid.
Ia mengaku sempat melakukan negosiasi karena mempertanyakan alasan adanya biaya tambahan bagi jamaah tersebut.
Namun, menurut keterangannya, pihaknya akhirnya membayar setelah mendapat penjelasan bahwa kepastian keberangkatan 37 jamaah itu akan sulit diperoleh tanpa pembayaran tambahan.
"Maka kami sempat negosiasi awalnya, kenapa kok harus bayar? Kenapa nggak sama aja yang lainnya? Karena kan ini sama jamaahnya. Ya kalau mau silakan, kalau nggak mau ya berarti akan sulit maksudnya yang 37 itu. Maka kami terpaksa membayar itu," jawab Khalid.
Baca Juga: Resmi! Rp4,06 triliun saham WIFI dilepas perusahaan Hashim, kini tersisa 27,75 persen
Jaksa kemudian memastikan total pembayaran tambahan mencapai US$37.000 untuk 37 jamaah yang belum mendapatkan kepastian nama. Khalid membenarkan nominal tersebut.
Khalid konfirmasi biaya US$390 untuk maktab
Persidangan juga membahas pembayaran US$390 per jamaah untuk memperoleh maktab zona 1 atau zona biru.
Berdasarkan rata-rata kurs dolar AS pada 2024, nominal itu setara dengan sekitar Rp6,15 juta per orang.
Saat pertama kali ditanya mengenai angka tersebut, Khalid sempat mengaku lupa. Jaksa kemudian membacakan kembali keterangannya terkait pembayaran untuk mendapatkan maktab.
Baca Juga: Prabowo siapkan belanja negara Rp1.300 triliun hingga akhir 2026, ini rinciannya
"Oh iya itu berarti untuk maktab," jawab Khalid setelah jaksa membacakan keterangannya.
Jaksa kembali memastikan tiga nominal yang dibahas dalam persidangan, yakni US$4.500 untuk visa haji khusus percepatan, US$390 untuk maktab, serta US$37.000 sebagai pembayaran tambahan bagi 37 jamaah.