Belanja negara menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Melalui pengeluaran APBN, pemerintah berupaya menjaga momentum pertumbuhan hingga penghujung 2026.
Di sisi lain, ketidakpastian global tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Pemerintah pun berupaya memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Viral lereng Gunung Lawu menyala merah, api karhutla mulai dekati jalur pendakian
Belanja negara diharapkan jaga pertumbuhan hingga akhir tahun
Rencana belanja APBN sebesar Rp1.300 triliun pada kuartal IV 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah berharap anggaran tersebut dapat membantu menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Suahasil menekankan pentingnya pelaksanaan anggaran yang efisien dan kredibel. Dengan demikian, peningkatan belanja negara tetap sejalan dengan upaya pemerintah mengoptimalkan penggunaan dana publik.
Meski demikian, perkiraan belanja tersebut merupakan rencana untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Baca Juga: Investasi RI tembus Rp1.539 triliun, modal asing unggul tipis dari domestik
Dampaknya terhadap perekonomian akan bergantung pada pelaksanaan anggaran dan kondisi ekonomi selama periode tersebut.
Pemerintah berharap kombinasi belanja negara, perlindungan sosial, layanan publik, dan program prioritas dapat menjaga aktivitas ekonomi Indonesia hingga akhir tahun.***