Namun, pelaksanaan anggaran tetap perlu memperhatikan efektivitas penggunaan dana agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Baca Juga: SUV bekas vs mobil listrik baru Rp250 jutaan, mana lebih menguntungkan?
Pemerintah tetap terapkan efisiensi anggaran
Di tengah rencana peningkatan belanja negara, pemerintah tetap menjalankan kebijakan efisiensi anggaran. Langkah ini ditujukan untuk memastikan penggunaan dana APBN lebih efektif dan tepat sasaran.
Suahasil menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti memangkas seluruh anggaran atau menghentikan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah perubahan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Suahasil, pengelolaan program tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan efisiensi tanpa menghilangkan tujuan yang ingin dicapai.
Baca Juga: Krisdayanti gugat perusahaan asuransi Allianz, ini fakta perkara di PN Jaksel
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan belanja negara dan efektivitas pelaksanaan program.
Anggaran tetap diarahkan untuk mendukung prioritas pemerintah, sementara penggunaannya diupayakan lebih efisien.
Kebijakan ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan APBN pada kuartal IV 2026, ketika pemerintah memperkirakan belanja mencapai Rp1.300 triliun.
Prabowo dan Menkeu bahas kondisi ekonomi Indonesia
Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo, Suahasil juga menyampaikan laporan mengenai kondisi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Ia menilai perekonomian domestik masih cukup tangguh. Karena itu, kebijakan fiskal akan terus dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.