"Jangan sampai beli katanya beli harga, beli kualitas A tapi ternyata yang datang kualitasnya D, gitu misalnya," imbuh Sudaryono.
Baca Juga: Nusron dan Raja Juli disorot, Agus Sulistriyono minta pemerintahan Prabowo jaga kepercayaan publik
Pernyataan tersebut disampaikan ketika BGN tengah memperketat pemeriksaan terhadap penyelenggaraan MBG, termasuk dapur yang menjadi tempat pengolahan makanan.
Ribuan SPPG dihentikan sementara
Selain persoalan bahan makanan, BGN sebelumnya menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Sekitar 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) disebut telah ditutup atau dihentikan sementara.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan terhadap pemenuhan standar penyelenggaraan MBG.
Baca Juga: Maulid di Subang, Ega Anjani tekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah
Sudaryono mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Dapur yang ditemukan tidak memenuhi standar dapat dihentikan operasionalnya.
"Yang tidak sesuai sudah kita tutup, orang-orang kepala dapur, orang yang bekerja di dapur yang tidak kompeten sudah kita keluarkan, dan ini terus akan kita lakukan," bebernya.
Menurut Sudaryono, dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan dikenai penghentian sementara atau suspend.
Ia memastikan, apabila dapur tidak melakukan perbaikan dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, operasionalnya dapat berujung pada penutupan secara permanen.
Baca Juga: Kronologi kasus pelecehan siswi di SMA Kulon Progo DIY: Terekam CCTV, pelakunya diduga satpam
Deretan kasus gangguan kesehatan
Pernyataan Sudaryono tersebut muncul di tengah sejumlah laporan gangguan kesehatan yang terjadi setelah siswa dan pelajar mengonsumsi MBG di berbagai daerah.