Baca Juga: Polisi sebut Winda Lorenza bunuh diri, keluarga ungkap rencana masa depan: Apa masuk akal?
Norma juga meminta maaf kepada masyarakat luas atas ucapannya yang dinilai tidak pantas dan tidak mencerminkan sikap seorang tenaga kesehatan.
"Maafkan perbuatan saya yang tidak senonoh dan tidak mencerminkan sebagai manusia saya menyadari hal itu sangatlah tidak pantas dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ungkap Norma.
Ia menambahkan bahwa penyesalan atas perbuatannya masih dirasakan hingga saat ini dan berjanji akan memperbaiki diri ke depannya.
Jejak karier dan latar belakang
Di tengah polemik yang berkembang, latar belakang Norma Zahara turut menjadi perhatian.
Berdasarkan informasi yang beredar, ia merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di RSUD dr Soekardjo, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Rumah sakit tersebut diketahui merupakan fasilitas kesehatan rujukan utama tipe B di wilayah Priangan Timur, yang melayani berbagai kebutuhan medis masyarakat dengan tingkat layanan lanjutan.
Selain itu, Norma juga disebut merupakan anak dari anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Ade Lukman.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh sang ayah yang mengaku terkejut atas kejadian tersebut.
Baca Juga: Dari panti asuhan di Subang, isu keadilan hak anak kembali disuarakan
"Oh Norma yang di rumah sakit benar anak saya, bahkan saya kaget, kaya tersedak, dan terpukul sekali yang namanya orang tua, kaya mau nangis dengarnya," kata Ade Lukman, pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Terancam sanksi kepegawaian
Terlepas dari latar belakang keluarganya, Norma Zahara kini menghadapi potensi sanksi kepegawaian.