GENMILENIAL.ID – Video yang memperlihatkan tenaga kesehatan berjoget di ruang operasi viral di media sosial dan memicu beragam respons publik.
Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah tenaga medis berada di ruang operasi saat tindakan terhadap pasien berlangsung.
Video tersebut pertama kali diunggah akun TikTok @ibs.datu.beru dan diduga terjadi di RSUD Datu Beru, Takengon, Aceh.
RSUD lakukan evaluasi internal
Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur RSUD Datu Beru Takengon, dr. Gusnarwin, Sp.B menyatakan pihaknya telah mengambil langkah evaluasi.
Baca Juga: Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, api merambat hingga 100 meter dan 10 orang dievakuasi
Ia menyebut tindakan tersebut dinilai mencoreng citra pelayanan kesehatan.
“Kami memanggil yang bersangkutan dan lakukan pembimbingan sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya pada Kamis, 2 April 2026.
Selain itu, pihak rumah sakit juga mengembalikan tenaga kesehatan terkait ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk proses lebih lanjut.
Meski demikian, ia memastikan prosedur operasi tetap berjalan sesuai standar.
Baca Juga: Viral remaja tidur berpelukan di mushola Kebumen, dibangunkan warga dengan disiram air
“Kami meminta maaf sebesar-besarnya, memang benar itu dilakukan di kamar operasi. Namun, operasi dilakukan sesuai prosedur,” jelasnya.
Nakes minta maaf, sebut aksi spontan
Tenaga kesehatan yang terlibat, Riga Septian Bahri, turut menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.
Artikel Terkait
Terkait layanan kesehatan, Bupati Subang minta Nakes layani pasien penuh ketulusan seperti keluarga sendiri
Kondisi korban bus maut rombongan nakes Jember di Jalur Bromo, 3 orang pulang, 21 masih dirawat
Viral joget sambil ngaku dapat Rp6 juta per hari, mitra MBG tempuh jalur hukum
Viral mitra MBG joget, Lita Gading sentil keras hingga tantang dilaporkan ke polisi
Viral joget soal insentif Rp6 juta, mitra MBG Hendrik Irawan minta maaf dan klarifikasi
Viral joget di dapur MBG, SPPG milik pria ini dibekukan, BGN tegaskan bukan bisnis
Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf