Menurutnya, profesionalisme bukan hanya soal kemampuan medis, tetapi juga bagaimana seorang tenaga kesehatan mampu mengendalikan emosi dan tetap menghormati pasien dalam kondisi apa pun.
Selelah-lelahnya nakes, lebih lelah pasien
Di bagian akhir unggahannya, dr. Gia menyampaikan pesan yang kemudian viral dan banyak dibagikan ulang oleh warganet.
Pesan tersebut menjadi pengingat kuat tentang posisi pasien yang berada dalam kondisi rentan.
"Karena selelah-lelahnya menjadi tenaga kesehatan, percayalah, masih lebih melelahkan menjadi pasien. Sakit itu tidak enak," tulis dr. Gia.
Unggahan ini dinilai mewakili suara masyarakat yang menginginkan pelayanan kesehatan tidak hanya mengedepankan kompetensi, tetapi juga empati dan penghormatan terhadap martabat pasien.
Bermula dari keluhan pasien yang viral
Sebagai informasi, polemik ini bermula dari unggahan almarhum Yurizal Tri Caerawan di Threads yang mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap.
Alih-alih mendapatkan dukungan, unggahan tersebut justru mendapat respons negatif dari sejumlah akun yang dikaitkan dengan oknum tenaga kesehatan.
Situasi semakin memanas setelah kabar meninggalnya Yurizal mencuat ke publik. Kasus ini pun memicu kecaman luas dan menjadi pengingat pentingnya etika komunikasi dalam dunia medis.
Sejumlah tenaga kesehatan yang sebelumnya menjadi sorotan akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka serta mengakui kesalahan mereka dalam berkomunikasi.***