Dokter Gia kasih paham oknum nakes yang sempat nyinyir ke pasien BPJS, ingatkan sakit itu tidak enak

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:41 WIB
Menyoroti penuturan tenaga kesehatan sekaligus publik figur, dr Gia yang menyoroti kasus komentar sinis oknum nakes terhadap pasien BPJS (Instagram.com/@giapratamamd - @fakta.indo)
Menyoroti penuturan tenaga kesehatan sekaligus publik figur, dr Gia yang menyoroti kasus komentar sinis oknum nakes terhadap pasien BPJS (Instagram.com/@giapratamamd - @fakta.indo)

GENMILENIAL.ID — Linimasa media sosial masih diramaikan dengan polemik cibiran oknum tenaga kesehatan (nakes) terhadap pasien penerima Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), almarhum Yurizal Tri Caerawan.

Kasus ini sebelumnya memicu reaksi luas, tidak hanya dari masyarakat umum tetapi juga dari kalangan tenaga medis sendiri.

Banyak pihak menilai komentar bernada sinis terhadap pasien merupakan tindakan yang tidak mencerminkan etika profesi.

Terkini, tanggapan datang dari dokter umum sekaligus kreator edukasi kesehatan, dr. Gia Pratama Putra.

Baca Juga: Terduga pelaku mutilasi jasad di Rawageni Depok ditangkap saat kabur ke Banten, ini kronologinya

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @giapratamamd pada Kamis, 6 Agustus 2026, dr. Gia menyampaikan refleksi mendalam bagi rekan sejawatnya.

Ia mengajak para dokter dan tenaga kesehatan untuk kembali mengingat makna profesionalisme serta pentingnya empati dalam melayani pasien.

"Teman-teman dokter, teman-teman nakes. Jas putih yang kita kenakan, seragam rumah sakit yang melekat di tubuh kita, sejatinya adalah pakaian penetral emosi," ungkapnya.

Ngerti lelah, tapi itu tanggung jawab

Dalam pernyataannya, dr. Gia tidak menampik bahwa tenaga kesehatan kerap menghadapi tekanan pekerjaan yang berat.

Baca Juga: CSR Promedia Group dan SKI perbaiki atap rumah wartawan di Lembang yang hampir roboh, jadi lebih layak

Beban kerja tinggi, kondisi darurat, hingga keterbatasan fasilitas menjadi tantangan sehari-hari.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan empati terhadap pasien.

"Saat seragam itu dipakai, kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa segala lelah, kecewa, marah, dan segala tekanan yang kita rasakan, ada tanggung jawab besar untuk tetap bersikap profesional," beber dr. Gia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X