news

Sesal nakes yang dicap arogan usai sempat cibir almarhum pasien BPJS: Komentar saya menambah duka keluarga

Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:02 WIB
Menyoroti viralnya kasus komentar bernada arogan yang melibatkan tenaga kesehatan terhadap keluhan pasien penerima BPJS (Instagram.com/@fakta.indo)

GENMILENIAL.ID – Tenaga kesehatan (nakes) bernama Widhiyarini Pangestika akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah komentarnya terhadap pasien BPJS Yurizal menuai kecaman luas di media sosial.

Komentar tersebut sebelumnya viral karena dinilai tidak berempati, terlebih setelah pasien yang bersangkutan dikabarkan meninggal dunia.

Komentar picu kecaman publik

Kasus ini bermula dari komentar Widhiyarini di platform Threads pada 25 Juli 2026. Saat itu, ia membalas keluhan Yurizal yang mengaku belum mendapatkan ruang perawatan selama 8 jam.

Baca Juga: Momentum HAN 2026, Bunda PAUD Subang dorong PAUD ramah anak dan bebas perundungan

“Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Komentar tersebut memicu reaksi keras dari warganet karena dianggap tidak pantas disampaikan oleh tenaga kesehatan, terutama kepada pasien yang tengah membutuhkan pertolongan.

Situasi semakin memanas setelah Yurizal dilaporkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026, yang kemudian diumumkan oleh pihak keluarga melalui akun media sosial korban.

Baca Juga: Awal mula kontroversi dr. Elda Putri Rahardini, dokter perundung pasien BPJS hingga berujung minta maaf

Nakes sampaikan penyesalan dan permintaan maaf

Menanggapi polemik yang berkembang, Widhiyarini akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf melalui akun Threads pribadinya, Rabu 5 Agustus 2026.

Ia mengaku menyesal atas komentarnya dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

“Saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Yurizal,” ujarnya.

Widhi juga mengakui bahwa ucapannya telah memperparah kesedihan keluarga korban.

Halaman:

Tags

Terkini