“Diketok nggak dibukain, ternyata sudah tiada,” demikian isi pesan lanjutan dalam unggahan yang sama.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Kabar ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya perundungan yang dialami korban selama menjalani pendidikan PPDS.
Kemenkes: Masih tahap investigasi
Menanggapi ramainya perbincangan publik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab kematian dr. Adrian maupun dugaan yang berkembang di masyarakat.
“Penjelasan isu kematian dokter PPDS di RS Kandou Manado, kasus ini masih dalam proses investigasi,” kata Widyawati dalam keterangannya, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa investigasi dilakukan oleh tim gabungan lintas lembaga.
“(Hal tersebut) oleh tim gabungan Kemenkes, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi dan Kemendiktisaintek,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Kemenkes juga telah menghentikan sementara kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou Manado.
Baca Juga: Peserta kedinasan Clash of Champions S3 didiskualifikasi, dugaan kasus pelecehan ikut disorot publik
Publik menanti kejelasan kasus
Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian di kalangan tenaga medis, tetapi juga masyarakat luas yang menyoroti isu kesehatan mental dan tekanan dalam dunia pendidikan kedokteran.