Imbauan agar masyarakat tidak gegabah
Di akhir video, Aditya meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menuduh seseorang hanya karena kemiripan fisik.
Ia juga berharap pihak kepolisian dapat memberikan perlindungan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Mohon untuk Pak Polisi, untuk teman-teman warga masyarakat Indonesia, Bandung, dan sekitarnya, saya bukan Taufik Hidayat,” ujarnya.
Kejadian ini pun menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi terkait DPO harus disikapi secara bijak agar tidak merugikan pihak lain yang tidak bersalah.
Kasus penyekapan yang menggemparkan
Diketahui, kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR terungkap setelah pihak keluarga menerima kabar bahwa korban dirawat di IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Ia mengalami luka berat akibat dugaan penyiksaan yang terjadi berulang kali.
Korban bahkan dilaporkan mengalami kebutaan permanen serta kerusakan pada bagian wajah.
Selama tiga tahun terakhir, korban diduga disekap oleh pelaku dan dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain, termasuk sejumlah rumah kos.
Selain itu, pelaku juga diduga memutus komunikasi korban dengan keluarga selama masa penyekapan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sementara itu, publik diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.***