GENMILENIAL.ID – Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Polres Subang berlangsung dengan nuansa berbeda dan lebih membumi.
Tidak hanya diisi kegiatan seremonial, Polres Subang memilih mengangkat kearifan lokal melalui berbagai permainan tradisional yang melibatkan unsur TNI, Polri, Bhayangkari, hingga ASN.
Kegiatan yang digelar di Lapangan Mako Polres Subang, Jumat 19 Juni 2026 itu menjadi sorotan karena menghadirkan suasana hangat, penuh kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai budaya lokal di tengah lingkungan institusi kepolisian.
Baca Juga: Subang jadi pilot project nasional, Kementan dorong akselerasi tanam demi kejar target pangan 2026
Permainan tradisional jadi wajah baru Bhayangkara
Beragam lomba seperti bakiak, balap karung, makan kerupuk, balap kelereng dengan sendok, memasukkan paku ke botol, hingga joget balon digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki makna penting dalam membangun kedekatan emosional antaranggota serta memperkuat nilai kebersamaan.
“Bhayangkara harus hadir tidak hanya dalam tugas formal, tetapi juga dalam kehidupan sosial yang dekat dengan masyarakat. Melalui permainan tradisional ini, kita ingin menghidupkan kembali kearifan lokal sekaligus memperkuat kekompakan,” ujar AKBP Dony.
TNI-Polri dan Bhayangkari bangun kekompakan di lapangan
Kegiatan ini turut diikuti oleh personel TNI dari Lanud R. Suryadi Suryadarma, Kodim 0605/Subang, Yonif 312/Kala Hitam, Subdenpom Subang, serta jajaran Polres Subang dan Bhayangkari Cabang Subang.
Suasana lapangan berubah menjadi arena penuh keceriaan, di mana seluruh peserta larut dalam setiap perlombaan.
Sorak-sorai dan tawa mewarnai jalannya kegiatan, mencerminkan soliditas antarinstansi yang terbangun dalam suasana santai namun penuh makna.
Kearifan lokal jadi ruang humanisasi institusi