Jenazah Juliana Marins berhasil dievakuasi dari jurang Rinjani, langsung dibawa ke RS Bhayangkara NTB

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 29 Juni 2025 | 06:59 WIB
Proses evakuasi jenazah Juliana Marins, WNA dari Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani oleh Tim SAR (Instagram/btn_gn_rinjani)
Proses evakuasi jenazah Juliana Marins, WNA dari Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani oleh Tim SAR (Instagram/btn_gn_rinjani)

GENMILENIAL.ID – Proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana De Souza Pereira Marins, dari jurang Gunung Rinjani akhirnya berhasil dilakukan Tim SAR gabungan pada Rabu, 25 Juni 2025.

Juliana terjatuh di sekitar titik Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani, pada Sabtu, 21 Juni 2025.

“Proses evakuasi korban jatuh di sekitar Cemara Nunggal, jalur menuju Puncak Gunung Rinjani, telah berlangsung intensif dan berhasil dituntaskan dengan penuh kehati-hatian,” demikian keterangan resmi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Rabu, 25 Juni 2025.

Baca Juga: Perang Israel-Iran sempat ganggu penerbangan haji, Menag: Sekarang sudah mulai lancar

Evakuasi dari jurang hingga rumah sakit

Tim SAR memulai proses evakuasi sejak pukul 06.00 WITA. Setelah berbagai tahapan teknis yang penuh risiko, korban berhasil diangkat dari lokasi jurang ke titik anchor point pada pukul 13.51 WITA.

Tim gabungan kemudian bergerak menuju Pelawangan dan melanjutkan perjalanan turun ke Sembalun pada pukul 15.50 WITA.

Jenazah Juliana tiba di Resort Sembalun sekitar pukul 20.40 WITA dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut.

Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk Jadi Tantangan

Proses evakuasi berlangsung selama beberapa hari dan menghadapi tantangan berat berupa medan curam dan cuaca ekstrem.

Baca Juga: CERPEN: Perang 12 hari

Juliana diketahui terjatuh dari ketinggian sekitar 150–200 meter, namun drone SAR sempat menangkap keberadaan jenazahnya di kedalaman hampir 600 meter, yang memperumit proses pencarian dan evakuasi.

“Evakuasi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi dan relawan, bekerja di medan ekstrem dengan cuaca yang tidak menentu,” ujar perwakilan tim SAR dalam update terakhir.

Kisah tragis Juliana menjadi sorotan internasional dan sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan mitigasi risiko dalam pendakian gunung, khususnya di jalur-jalur ekstrem seperti Rinjani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X