“Ini sudah hari ke-3 berada di mall hanya untuk mengajar online. Kemarin ke Palagan, di sana mati listrik. Lalu ke Jakal KM 5, belum ada 1 jam sambil menghabiskan minuman yang ku pesan, sudah mati listrik lagi, mengungsilah aku ke Pakuwon untuk terakhir kalinya,” tulis akun Threads @hilmynw.
Baca Juga: Berkas perkara lengkap, polisi pastikan penangkapan Roy Suryo dan dokter Tifa sesuai ketentuan hukum
“Hari ini mengungsi ke Amplaz, karena aku yakin Pakuwon full padat dengan lautan warga WFA pencari wifi,” lanjutnya.
Warganet geruduk medsos PLN Jogja
Minimnya informasi terkait pemadaman listrik membuat warganet ramai-ramai melayangkan protes ke akun media sosial PLN UID Yogyakarta.
Mereka menuntut transparansi serta pemberitahuan lebih awal jika terjadi pemadaman listrik.
Beberapa komentar dari warganet di antaranya, “PLN Jogja di-mention orang satu Jogja tapi enggak merespons sama sekali. Gedungnya mati listrik juga?” tulis akun @uly********y
Baca Juga: Tren nugas di kafe, viral sekelompok mahasiswa di Bali bawa printer ke coffee shop
“Humasnya bintang satu. Tolong kalau ada pemadaman listrik segera update sebelum dipadamkan. Antisipasi dan buat klarifikasi kenapa kok padam. Satu lagi, balas komentar kita juga,” tulis akun @jud***********d
“Kenapa komentar soal mati listrik di banyak tempat di Jogja didiemin ya min? Dzalim loh ini namanya,” tulis akun @alv*******a
“Mati listrik enggak ada pengumuman sama sekali dn pas jam sibuk, ini maunya gimana sih?” tulis akun @kin********o
“PLN kok tiap hari mati lampu,” tulis akun @hot*********p
Baca Juga: Mayoritas Gen Z urus SKCK untuk lamar kerja, permohonan di Polres Subang tembus ratusan per hari
PLN buka suara soal gangguan pembangkit
Menanggapi polemik tersebut, PLN akhirnya memberikan penjelasan terkait penyebab pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.