Tegur Dirut PLN di DPR, Menteri Bahlil soroti ketimpangan distribusi listrik hingga soal data desa

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 8 Juli 2025 | 00:59 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Instagram.com/@bahlillahadalia)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Instagram.com/@bahlillahadalia)

GENMILENIAL.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meluapkan kekecewaannya terhadap jajaran kementerian dan Direksi PLN saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu, 2 Juli 2025.

Dalam rapat pembahasan RAPBN 2026 itu, Bahlil menyoroti ketidaksesuaian data terkait distribusi listrik ke desa-desa yang belum teraliri.

Bahlil menyatakan dirinya telah melapor langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait peta wilayah yang belum terjangkau listrik dan menegaskan bahwa pembangunan energi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di desa-desa terpencil.

Baca Juga: Demo tolak kebijakan ODOL di Monas dibubarkan polisi, enam orang diamankan

“Kami sedang memetakan prioritas sambung listrik ke masyarakat yang belum mendapatkan akses. Ini bagian dari visi besar Presiden soal swasembada energi,” ucap Bahlil dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Mantan Kepala BKPM itu bahkan menyampaikan kisah masa kecilnya yang masih menggunakan lampu pelita berbahan kaleng susu dan minyak tanah untuk belajar, menegaskan urgensi pemerataan akses listrik.

Namun yang menjadi sorotan adalah perbedaan data antara kementerian dan PLN. Saat dirinya menyebut ada 5.600 desa yang belum mendapat listrik, pihak PLN menyebut angkanya mencapai 10 ribu desa.

Baca Juga: Geledah rumah Kadis PUPR Sumut, KPK temukan Rp2,8 miliar tunai dan dua senjata api

“Ini nggak tahu dirjen saya yang nggak benar atau Dirut PLN yang nggak benar. Kalian habis ini ketemu saya ya, kurang ajar kalian ini,” kata Bahlil dengan nada tinggi.

Ia bahkan menegur langsung Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, karena merasa tidak mendapatkan laporan terkini.

“Masih mau jadi dirjen kau? Direksi PLN kelihatannya baru juga, tapi Dirut-nya kan masih itu-itu juga,” tukasnya.

Meski demikian, Bahlil juga mengapresiasi rencana percepatan elektrifikasi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), terutama untuk desa-desa yang sulit dijangkau jaringan PLN.

Baca Juga: Johnny G Plate bakal diperiksa di Lapas Sukamiskin terkait dugaan korupsi proyek PDNS

“Pak Presiden minta agar kita prioritaskan PLTS untuk desa-desa yang belum ada jaringan listrik. Jadi tidak perlu tarik kabel dari ibu kota kabupaten, cukup jaringan lokal,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X