Hingga saat ini, pihak dinas belum mendapatkan informasi detail mengenai komposisi gizi dari menu yang disajikan.
“Dapur hanya dengan BGN, kita tidak tahu gizinya apa, tidak ada informasi ke kita,” ujar dr. Dwinan.
Perlu percepatan dan perbaikan teknis
Dengan jumlah SPPG yang mencapai 196 unit, percepatan penerbitan SLHS menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh dapur memenuhi standar higiene dan sanitasi.
Di sisi lain, perbaikan terhadap catatan teknis yang masih ditemukan juga perlu segera dilakukan agar seluruh SPPG benar-benar siap secara menyeluruh.
Penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BGN, juga dinilai penting agar kualitas layanan pemenuhan gizi tidak hanya layak secara sanitasi, tetapi juga memenuhi standar kandungan gizi yang optimal.***