GENMILENIAL.ID - Kasus keracunan massal usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini menimpa ratusan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Peristiwa ini terjadi setelah para korban mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Sabtu, 18 April 2026, dengan gejala mulai muncul pada Minggu, 19 April 2026.
Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan mengungkapkan para korban mengalami gejala mual dan muntah hingga harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Dulu kerja di bengkel karena ayah stroke, kini Hendi bisa sekolah gratis dan kejar mimpi
Ratusan korban dari ponpes dan B3
Data dari Puskesmas Kebonagung mencatat korban berasal dari beberapa pondok pesantren dan kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Di Ponpes Bustanul Quran, tercatat 68 korban, dengan 33 orang menjalani rawat jalan di ponpes, 23 dirujuk ke RS PKU Gubug, dan 12 lainnya ke Getas Pendowo.
Sementara di Ponpes Asnawiyah, terdapat 97 korban, di mana 67 orang rawat jalan, 24 dirujuk ke Getas Pendowo, dan 6 lainnya ke RS PKU Gubug.
Kemudian di Ponpes Hidayatul Mubtadiin terdapat 10 korban, serta 5 korban dari Ponpes Al Maarif, dengan satu orang dirujuk ke rumah sakit.
Selain itu, terdapat juga korban dari MI Yosua dan Ponpes Nurul Sakinah, termasuk dari kelompok B3 sebanyak 5 orang.
SPPG ditutup sementara dan dipasangi garis polisi
Menyusul insiden tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pilangwetan langsung ditutup sementara.
Area tersebut juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Sempat diduga mobil MBG tabrak balita di Indramayu, pemilik SPPG ungkap fakta sebenarnya
Puluhan ompreng MBG di sekolah Tulang Bawang tak dimakan siswa, wabup soroti dugaan menu kedaluwarsa
Dugaan surat SMAN 1 Ciemas ke SPPG viral, tolak guru terlibat distribusi MBG hingga soroti tudingan ambil jatah
Konten kreator di Cianjur ngaku dianiaya oknum pegawai SPPG, bermula dari tanya menu MBG
155 Siswa di Anambas diduga keracunan MBG, dirawat di RS dan Puskesmas
Viral ayam MBG diduga tak layak di Lampung, ortu siswa dan admin SPPG akhirnya saling memaafkan
Menu MBG daging sapi alot disebut ‘daging karet’, kualitas makanan anak disorot