Hingga saat ini, pihak dinas belum mendapatkan informasi detail mengenai komposisi gizi dari menu yang disajikan.
“Dapur hanya dengan BGN, kita tidak tahu gizinya apa, tidak ada informasi ke kita,” ujar dr. Dwinan.
Perlu percepatan dan perbaikan teknis
Dengan jumlah SPPG yang mencapai 196 unit, percepatan penerbitan SLHS menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh dapur memenuhi standar higiene dan sanitasi.
Di sisi lain, perbaikan terhadap catatan teknis yang masih ditemukan juga perlu segera dilakukan agar seluruh SPPG benar-benar siap secara menyeluruh.
Penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BGN, juga dinilai penting agar kualitas layanan pemenuhan gizi tidak hanya layak secara sanitasi, tetapi juga memenuhi standar kandungan gizi yang optimal.***
Artikel Terkait
Viral ayam MBG diduga tak layak di Lampung, ortu siswa dan admin SPPG akhirnya saling memaafkan
Ratusan santri keracunan MBG di Demak, SPPG Pilangwetan ditutup dan dipasangi garis polisi
Muncul perdana jadi kepala BGN, Nanik S. Deyang tegaskan latar belakang biologi dan peran militer di program MBG
MBG disebut bakal diurus kantin sekolah, mirip pembagian makan siswa yang diterapkan Jepang?
Pernah dibela Dadan Hindayana, ini sosok anak pejabat DPRD Sulsel yang diduga monopoli kepemilikan 41 dapur MBG
3 Mantan pentolan BGN terjerat skandal korupsi, ribuan motor listrik SPPG senilai Rp1 triliun dinilai masih buram nasibnya
Investor dapur MBG ngaku ditipu usai setor dana Rp218 miliar, eks Wakil BGN Lodewyk Pusung diduga teken perjanjian