Oleh karena itu, fokus utama pembangunan seharusnya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi nasional.
“Nilai tukar hanyalah cermin. Yang menentukan adalah kemampuan bangsa dalam memproduksi kebutuhan strategisnya sendiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa negara yang memiliki fondasi produksi kuat cenderung lebih tahan terhadap guncangan global dibandingkan negara yang bergantung pada faktor eksternal.
Di tengah perubahan tatanan ekonomi global, Agus menilai Indonesia perlu memanfaatkan momentum untuk mempercepat penguatan kemandirian nasional sebagai dasar pembangunan jangka panjang.***