news

Blokade dicabut, dunia masih menahan napas di tengah ketegangan AS-Iran

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:47 WIB
Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Sosial Universitas Khairun dan Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pusat

GENMILENIAL.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian hingga akhir Mei 2026.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait pencabutan blokade laut terhadap Iran justru memicu kebingungan di tingkat global.

Hal ini disampaikan oleh Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Sosial Universitas Khairun sekaligus Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pusat, dalam wawancara pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Trump melalui Truth Social mengklaim bahwa kesepakatan pembukaan Selat Hormuz dan penghancuran uranium Iran 'hampir selesai'.

Baca Juga: ESAI: Sertifikasi bagi tenaga kependidikan dan guru Al-Qur’an

Bahkan, ia meminta para pelaut untuk bersiap kembali berlayar. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran.

Perang narasi AS dan Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa belum ada kesepakatan final. Perbedaan pernyataan ini dinilai sebagai bagian dari strategi politik kedua negara.

“Ini adalah permainan catur tingkat tinggi antara dua kekuatan yang saling tidak percaya,” ujar Yanuardi.

Ia menilai, langkah Trump lebih mengarah pada upaya membangun citra kemenangan politik di dalam negeri.

Baca Juga: Viral pengakuan kepala SPPG Sumut main judol plus bawa wanita ke dapur MBG, minta maaf sambil nangis

“Trump ingin mengklaim kemenangan politik dengan mengumumkan kesepakatan sebelum semuanya benar-benar rampung,” jelasnya.

Di sisi lain, Iran memilih berhati-hati dan menolak memberikan legitimasi terhadap klaim sepihak tersebut.

Ancaman nyata di jalur energi global

Halaman:

Tags

Terkini