Ia memprediksi kemungkinan adanya gencatan senjata sementara, namun dengan risiko konflik kembali pecah kapan saja.
“Jika ketidakpercayaan masih terlalu dalam, perang bisa dimulai lagi dalam hitungan hari dengan dampak yang jauh lebih brutal,” pungkasnya.
Pada akhirnya, konflik ini tidak menghasilkan pemenang. Justru masyarakat sipil global yang harus menanggung dampak dari ketegangan berkepanjangan tersebut.***
Artikel Terkait
Konflik Israel-Iran memanas, Mahfud MD minta RI kembali tegas ke politik bebas-aktif
Kapabilitas rudal Iran dan ancaman nuklir, ini analisis peneliti UI Yanuardi Syukur
Mojtaba Khamenei jadi pemimpin Iran, peneliti UI Yanuardi Syukur prediksi konflik Timur Tengah memanas
China dan Rusia dalam perang Iran 2026: Dukungan terukur tanpa keterlibatan militer
Negara teluk ‘diam’ hadapi Iran, peneliti UI ungkap strategi bertahan di tengah ancaman
Pakistan jadi penengah perang Iran-AS, pengamat UI soroti risiko gagal dan tekanan internal
Selat Hormuz kembali ditutup Iran, AS dituding langgar kesepakatan