Baca Juga: Tak ditilang, malah dikasih helm! Cara humanis polisi Subang edukasi pengendara
Ia kemudian berpura-pura mengajak korban berbincang sebelum akhirnya melakukan pemukulan.
“Aku sembunyikan palu di sweaterku. Aku pura-pura ngobrol sama dia, terus langsung pukul,” tulis pesan tersebut.
Aksi ini menunjukkan adanya dugaan unsur perencanaan dalam tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap korban.
Korban jalani perawatan intensif
Akibat kejadian tersebut, korban W mengalami luka serius di bagian kepala hingga menyebabkan tempurung kepalanya pecah.
Baca Juga: Sempadan situ diduga dilanggar! DPRD Subang sidak PT HUI, soroti ancaman irigasi warga
Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Aziz, Singkawang.
Tak hanya luka di kepala, kondisi korban juga dilaporkan mengalami gangguan pada bagian kaki sehingga kesulitan untuk bergerak secara normal.
Ibu korban, Chinusha, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi anaknya yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Ia juga mengaku menghadapi kesulitan dalam pembiayaan pengobatan.
Baca Juga: Tambang ilegal Subang disikat! Polisi segel lokasi dan kejar jaringan PETI
“Kami berharap ada tanggung jawab dari pihak pelaku atas kejadian ini,” ujarnya.
Kronologi dan proses hukum
Peristiwa pemukulan ini terjadi di kawasan Jalan KS Tubun, Singkawang, pada 15 Mei 2026, saat korban sedang bermain di rumah temannya.