GENMILENIAL.ID – Dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta memicu gelombang protes dari mahasiswa.
Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Gedung Rektorat kampus pada Rabu, 20 Mei 2026 sore.
Aksi tersebut merupakan respons atas mencuatnya dugaan keterlibatan seorang dosen agroteknologi di Fakultas Pertanian dalam kasus kekerasan seksual.
Saat ini, terduga pelaku telah diperiksa oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Baca Juga: Usai polemik LCC 4 pilar MPR RI Kalbar, SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas bertemu
Pihak kampus juga telah mengambil langkah awal dengan menonaktifkan dosen tersebut, mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 sebagai upaya preventif dan administratif.
Aksi mahasiswa dan kritik penanganan kasus
Dalam aksi di rektorat, mahasiswa membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Mereka menilai, kampus belum sepenuhnya transparan dan tegas dalam menyikapi persoalan tersebut.
Koordinator aksi, Anton Wijoyo, menegaskan bahwa kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi di UPN Veteran Yogyakarta.
Baca Juga: Jaringan 29 kg sabu Aceh-Bogor terbongkar, oknum TNI ikut terlibat
“Ini merupakan yang sudah terjadi sejak lama, namun pihak birokrasi terus menutup-nutupi dengan dalih citra instansi akan memburuk di mata publik,” tegas Anton.
Ia juga mengungkapkan bahwa dugaan kasus serupa tidak hanya terjadi di Fakultas Pertanian, tetapi juga ditemukan di fakultas lain seperti Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Dugaan modus candaan seksis