Seperti gunung es, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan sudah merambah dunia pendidikan, bahkan pesantren?

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 17 Maret 2024 | 22:26 WIB
Ketua Komunitas Obrolan Gender, Fitriyatun Nisa
Ketua Komunitas Obrolan Gender, Fitriyatun Nisa

GENMILENIAL.ID - Ketua Komunitas Obrolan Gender, Fitriyatun Nisa mengatakan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Kabupaten Subang seperti sebuah gunung es, 30 kasus kekerasan seksual dalam 3 bulan terakhir hanyalah sedikit kasus yang tercatat.

"Itu yang tercatat, kasus kekerasan seksual seperti sebuah gunung es, diatasnya kecil tapi dibawahnya banyak banget, yang belum tercatat banyak banget, bahkan yang dibungkam juga banyak," kata Fitri disela-sela aksinya pada peringatan International Women'S Day di Alun-alun Subang, Minggu 17 Maret 2024.

Lebih miris lagi, ketika kasus kekerasan seksual ini berada lembaga-lembaga yang diharapkan selama ini menjadi ruang yang aman bagi perempuan malah menjadi sebaliknya.

Baca Juga: Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Subang, puluhan aktivis dan mahasiswa turun ke jalan

Bukanya memberi sanksi tegas, pihak lembaga seolah mencari aman, lebih mementingkan reputasi nama baik ketimbang memberi hukuman terhadap pelaku kekerasan seksual itu sendiri.

Kepada GenMilenial.id, Fitri pun menuturkan selain fokus pada isu sosial, Obrolan Gender juga konsen pada pendampingan korban-korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berada di lembaga pendidikan, baik itu universitas ataupun pesantren.

Aksi mahasiswa dan berbagai komunitas di Subang pada peringatan International Women's Day pada Minggu 17 Maret 2024
Aksi mahasiswa dan berbagai komunitas di Subang pada peringatan International Women's Day pada Minggu 17 Maret 2024

"Sudah mendampingi korban kekerasan yang ada di kampus tapi dibungkam oleh pihak kampusnya atas nama baik kampus dan ada juga teman-teman yang dari pesantren menyuarakan kekerasan yang ada di pesantren," ucap Fitri.

Selain kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan, maraknya nikah dini dan kasus eksploitasi terhadap anak juga kondisi yang sangat memprihatinkan.

Baca Juga: Satgas Pangan Polri sebut jamin ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri

Kondisi tersebut, lanjut Fitri telah membuat pihaknya dan berbagai komunitas anak muda lainya yang ada di Subang membuat langkah-langkah kecil untuk melakukan edukasi terutama bagi kaum perempuan di Kabupaten Subang agar praktek-praktek tersebut tidak menimpa mereka.

"Itu perlu ada edukasi, kami harap gerakan ini menjadi salah satu bentuk langkah awal kami untuk sama-sama melakukan edukasi," paparnya.

Selain edukasi, Fitri juga menyampaikan bahwa komunitasnya siap untuk melakukan pendampingan bagi para korban kekerasan seksual yang menimpa kaum perempuan di Kabupaten Subang.

"Untuk teman-teman dan semua warga Subang yang mendapat kekerasan seksual baik diranah pendidikan, lingkungan dan tetangga segala macam bisa langsung melapor," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X