news

Kapabilitas rudal Iran dan ancaman nuklir, ini analisis peneliti UI Yanuardi Syukur

Minggu, 8 Maret 2026 | 17:45 WIB
Yanuardi Syukur, peneliti di Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia dan juga dosen Antropologi Universitas Khairun

GENMILENIAL.ID - Program rudal balistik Iran disebut sebagai yang terbesar di kawasan Timur Tengah dengan jumlah lebih dari 3.000 rudal dari berbagai jenis.

Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika keamanan regional, khususnya dalam konflik yang melibatkan Iran dengan negara-negara sekutunya di kawasan.

Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun, Yanuardi Syukur, menjelaskan bahwa Iran saat ini menguasai berbagai teknologi rudal dari jarak pendek hingga jarak menengah.

Dalam wawancara eksklusif bersama GenMilenial.id pada Minggu, 8 Maret 2026, Yanuardi menyebut Iran memiliki sejumlah jenis rudal seperti Fateh-110 dengan jangkauan sekitar 300 kilometer, Zolfaghar sekitar 750 kilometer, hingga Kheibar Shekan yang mampu menjangkau sekitar 1.450 kilometer.

Baca Juga: Evi Nur’Afiah soroti penanganan sampah di Subang, DPRD siap dorong fasilitas pengelolaan di tingkat RW

Selain itu, Iran juga mengembangkan Fattah-2 yang diklaim sebagai rudal hipersonik dengan jangkauan sekitar 1.500 kilometer.

“Yang paling dahsyat adalah Khorramshahr, rudal dengan diameter hidung sekitar 1,5 meter yang secara eksplisit dirancang untuk potensi membawa hulu ledak nuklir,” jelasnya.

Kontradiksi kapabilitas di medan tempur

Meski memiliki teknologi rudal yang cukup maju, Yanuardi menilai terdapat kontradiksi ketika kemampuan tersebut diuji dalam pertempuran.

Dalam perang Iran–Israel pada Juni 2025 misalnya, dari sekitar 500 rudal yang ditembakkan Iran, hanya sekitar enam persen yang dilaporkan menghantam area terbangun.

Baca Juga: SPPG Cahaya Ngrayun Ponorogo akui teledor usai viral temuan belatung di menu MBG bandeng presto

Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem pertahanan Israel mampu menetralisir sebagian besar serangan yang diluncurkan.

Menurutnya, terdapat beberapa kemungkinan yang menjelaskan kondisi tersebut.

Pertama, akurasi rudal Iran memang masih terbatas. Kedua, Iran kemungkinan tidak sepenuhnya menargetkan instalasi strategis. Ketiga, kemampuan sistem pertahanan udara Israel yang sangat efektif dalam melakukan intersepsi.

Halaman:

Tags

Terkini