“Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak,” ujar Umam, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan lepas tangan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.
“Kami mohon maaf dan berharap masyarakat bersabar. Kami menunggu hasil lab agar bisa mengetahui penyebab pastinya,” tegasnya.
Menu MBG diduga jadi pemicu
Menurut Umam, laporan awal diterima dari pihak sekolah yang menyebutkan adanya siswa mengalami diare usai mengonsumsi makanan MBG.
“Saya ditelepon pihak sekolah, katanya ada siswa yang diare. Ada yang ke UGD, ada juga yang tidak masuk sekolah,” jelasnya.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa saat itu meliputi ayam suwir, kuah soto, tempe, dan tauge.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi serta memastikan kondisi siswa.
“Kami langsung turun, klarifikasi menu, dan menyampaikan permohonan maaf. Kami juga siap mengganti biaya pengobatan bagi siswa yang dirawat,” katanya.
Baca Juga: Kapolresta Sleman disemprot DPR soal kasus suami lawan penjambret, dinilai tak paham isi KUHP
Sempat gelar audiensi, jumlah siswa sakit terus bertambah
Umam mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, dan perwakilan siswa selama kurang lebih 30 menit.
Namun setelah itu, jumlah siswa yang mengeluh sakit justru semakin bertambah.