news

Banjir bandang Guci kirim kayu hingga pipa ke Pantai Larangan Tegal, sejumlah titik wisata rusak parah

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:40 WIB
Kondisi Pantai Larangan dan Guci pascabanjir di lereng Gunung Slamet (TikTok/hallopuspita)
  • Pancuran 13
  • Pancuran 5
  • Kolam Air Barokah

Baca Juga: Banjir rendam Ciasem, Perumda TRS salurkan bantuan air bersih dan sembako ke warga terdampak

Selain itu, beberapa jembatan vital di kawasan wisata turut rusak, di antaranya Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung Pancuran 13, serta jembatan gantung di area Pancuran 5.

Material lumpur, kayu, dan puing terbawa arus hingga ke hilir.

Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas wisata dan mobilitas warga sekitar.

Pancuran ditutup, tiket wisata digratiskan

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Tegal memutuskan menutup sementara Pancuran 13 dan Pancuran 5.

Baca Juga: Warga Samar Kilang Bener Meriah krisis air bersih, dua bulan pascabanjir harus antre hingga keluar desa

Penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung sekaligus mempercepat proses pemulihan kawasan.

Sebagai bentuk empati, Pemkab Tegal juga menggratiskan tiket masuk kawasan wisata Guci selama masa penanganan dan pembersihan berlangsung.

Kebijakan ini diambil untuk menghindari penumpukan pengunjung di titik rawan sekaligus memberi ruang bagi petugas dalam melakukan perbaikan infrastruktur.

Baca Juga: Bocah saksi longsor Cisarua sebut 15 temannya tertimbun, KDM janji bantuan Rp10 juta per KK

Hujan lama picu luapan sungai

Meski tidak disertai hujan ekstrem, banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang yang turun terus-menerus sejak Kamis sore hingga dini hari.

Curah hujan yang berlangsung lama menyebabkan debit Sungai Gung Guci meningkat drastis hingga akhirnya meluap dan membawa material kayu serta lumpur ke wilayah hilir, termasuk hingga Pantai Larangan.***

Halaman:

Tags

Terkini