Keluhan warganet dan ancaman kesehatan
Kondisi tersebut menuai keprihatinan warganet. Kolom komentar pun dipenuhi imbauan agar warga lebih waspada terhadap dampak debu.
Baca Juga: Selain tetapkan 4 tersangka, KPK tunjukkan uang Rp2,6 miliar hasil OTT Bupati Pati Sudewo
“Sedia masker sebelum lewat situ karena banyak abu, pakai masker atau kacamata ya teman-teman,” tulis akun @fad****2.
“Karena ini banyak korban bencana yang terkena ISPA,” komentar akun @uli*******r.
Sementara akun lainnya menulis, “Habis banjir, bonusnya debu. Sekali kena, dua rasa,” tulis @muh********4.
Bahkan, ada warga yang mengeluhkan debu tidak hanya menempel di jalan, tetapi juga masuk ke dalam rumah. “Abunya bukan hanya di jalan, tapi juga di dalam rumah pun berterbangan,” tulis akun @eva*******a.
Baca Juga: BAZNAS Subang ingatkan ZIS harus disalurkan lewat lembaga resmi, masyarakat diimbau pahami aturannya
Ancaman ISPA pascabanjir
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Berdasarkan keterangan tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang turun ke lokasi terdampak, ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling rentan muncul pascabanjir.
Selain faktor debu, kepadatan warga di lokasi terdampak dan pengungsian turut memperbesar risiko penularan penyakit.
Tak hanya ISPA, penyakit lain seperti diare dan hipertensi juga mulai ditemukan pada warga terdampak.
Hingga kini, warga berharap adanya penanganan lanjutan dari pemerintah daerah, baik berupa penyiraman jalan, pembersihan lumpur secara menyeluruh, maupun penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang.***