GENMILENIAL.ID — Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu masih menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, sebagian warga bahkan terpaksa menjadikan kuburan Tionghoa sebagai tempat tinggal sementara, karena rumah mereka hancur dan tertimbun lumpur.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Kampung Durian, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah.
Hingga pertengahan Januari 2026, sejumlah keluarga masih bertahan hidup di area pemakaman dengan mendirikan tenda darurat di antara nisan.
Baca Juga: Lhok Pungki, Dusun di Aceh Utara yang kini berubah jadi sungai pascabanjir bandang
Tidur di antara nisan, bertahan dengan tenda sederhana
Kondisi warga Kampung Durian itu viral setelah sebuah video diunggah akun TikTok @bang_cigen, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Dalam video tersebut, terlihat warga membangun tenda sederhana di area kuburan, lengkap dengan tikar dan barang seadanya untuk beristirahat.
Kuburan Tionghoa yang berada di dataran lebih tinggi menjadi satu-satunya lokasi aman dari genangan air.
Rumah mereka di pemukiman bawah masih tertutup lumpur tebal, bahkan sebagian roboh akibat terjangan banjir.
Baca Juga: Sebulan jelang Ramadan, warga Aceh masih bergulat dengan lumpur sisa banjir bandang
Minta izin kepada ahli waris kuburan
Yang mengharukan, sebelum menempati area pemakaman, warga terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pemilik makam.
“Untuk keluarga Bapak Wong Suherman, kami mohon maaf ini, pemakamannya kami tempati mengungsi sementara karena rumah kami belum bisa ditempati,” ucap seorang warga dalam video tersebut.
Artikel Terkait
Akses darat masih putus, warga desa terisolir di Aceh Tengah jalan kaki 2 km lewati sungai demi jual durian
Pemulihan pertanian jadi kunci hidup 80 persen warga, influencer Virdian Aurellio soroti kondisi petani Aceh Tamiang pascabanjir
Lebih dari sebulan pascabanjir, warga Desa Pante Kera Aceh Timur bertahan di bukit dan masih terisolir
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama
Pamit umrah, Salim A Fillah tinggalkan jejak kebaikan di Aceh usai bangun jembatan hingga sekolah darurat
Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali