news

Jalur terputus hingga lewati tali sling, perjuangan relawan tembus desa terisolir di Aceh Tengah

Selasa, 20 Januari 2026 | 23:12 WIB
Akses jalan menuju desa terpencil di Aceh Tengah (Instagram/backpackertinggi_)

“Lanjut naik motor, tapi jalurnya lebih ekstrem. Aspal hampir nggak ada, memang dari dulu belum tersentuh pembangunan,” tulisnya lagi.

Baca Juga: Tinjau KDKMP di Karawang–Subang, Wakil Panglima TNI dorong penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Merah Putih

Menyeberang sungai dengan tali sling

Di titik paling sulit, kendaraan roda dua pun tak bisa melintas. Relawan dan warga harus menyeberangi sungai menggunakan tali sling sederhana yang dipasang secara manual.

Dalam video tampak seseorang menyeberang dengan berpegangan pada sling, tanpa pengaman memadai.

“Sampai titik terakhir kendaraan, harus nyebrang pakai sling. Pakai sarung, jauh dari kata aman,” ujar relawan tersebut.

Ia menambahkan, ketika tidak ada petugas yang berjaga, warga harus menarik sling sendiri untuk bisa menyeberang.

Baca Juga: Bidik PAD Rp1,045 triliun di 2026, Bapenda Subang fokus garap pajak restoran hingga pabrik baru

Masih berstatus tanggap darurat

Hingga saat ini, kondisi di sejumlah desa Aceh Tengah masih membutuhkan penanganan darurat.

Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 22 Januari 2026, seiring masih terbatasnya akses logistik dan bantuan kemanusiaan.

Jalur yang rusak, akses yang terputus, serta minimnya sarana transportasi menjadi tantangan besar dalam pendistribusian bantuan, terutama bagi warga di daerah pedalaman.

Meski demikian, relawan tetap berupaya menembus keterbatasan demi memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.***

Halaman:

Tags

Terkini