GENMILENIAL.ID — Akses menuju sejumlah desa terpencil di Kabupaten Aceh Tengah masih menghadapi tantangan berat pascabanjir bandang yang melanda akhir November 2025 lalu.
Jalan penghubung yang rusak dan jembatan putus membuat mobilitas warga maupun relawan menjadi sangat terbatas.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, sedikitnya 24 desa di lima kecamatan yakni Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge, hingga kini masih tergolong terisolir.
Perjalanan panjang penuh risiko
Gambaran sulitnya akses menuju desa-desa tersebut dibagikan oleh seorang relawan melalui akun Instagram @backpackertinggi_.
Baca Juga: Selain tetapkan 4 tersangka, KPK tunjukkan uang Rp2,6 miliar hasil OTT Bupati Pati Sudewo
Dalam video berdurasi sekitar satu setengah menit itu, terlihat perjuangan relawan menembus jalur darat yang rusak parah.
“Menempuh perjalanan berjam-jam, jalanan putus dan lewatin bekas longsor,” tulis pemilik akun dalam unggahan pada Senin, 19 Januari 2026.
Video tersebut memperlihatkan kendaraan harus melaju perlahan di jalan tanah yang licin, bergelombang, serta diapit tebing bekas longsoran.
Di beberapa titik, jalan bahkan terlihat nyaris tak berbentuk akibat tergerus air.
Baca Juga: BAZNAS Subang ingatkan ZIS harus disalurkan lewat lembaga resmi, masyarakat diimbau pahami aturannya
Akses terbatas, harus ganti kendaraan
Kerusakan jalan membuat kendaraan roda empat tak bisa melanjutkan perjalanan. Relawan terpaksa berpindah ke sepeda motor untuk menjangkau lokasi yang lebih jauh.
Namun, tantangan tak berhenti di situ. Jalur yang dilalui sebagian besar belum beraspal dan hanya berupa tanah berbatu dengan kontur menanjak dan licin.
Artikel Terkait
Pemulihan pertanian jadi kunci hidup 80 persen warga, influencer Virdian Aurellio soroti kondisi petani Aceh Tamiang pascabanjir
Pilu ibu korban banjir bandang Aceh, kenang genggaman terakhir anak: Yang penting kalian hidup, biarkan mama
Pamit umrah, Salim A Fillah tinggalkan jejak kebaikan di Aceh usai bangun jembatan hingga sekolah darurat
Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
Sekolah rusak diterjang banjir bandang, bocah asal Agam Sumbar ini harap bisa belajar normal kembali
Sebulan jelang Ramadan, warga Aceh masih bergulat dengan lumpur sisa banjir bandang
Tangis ayah pecah di posko kesehatan Lhok Pungki, gendong anak sakit demi dapatkan obat