Video lain yang diunggah akun Instagram @destinasigayoo menunjukkan arus lalu lintas di kawasan Pante Raya, Bener Meriah, padat merayap akibat warga yang berbondong-bondong meninggalkan rumah.
Baca Juga: Kurang dari 24 jam, Polres Subang bongkar pengeroyokan maut di jalan raya, 5 orang jadi tersangka
“Efek gempa, jadi macet. Banyak yang mengungsi ke tempat cari aman,” ujar perekam video.
Status Gunung Burni telong resmi naik ke level siaga
Seiring meningkatnya aktivitas kegempaan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM resmi menaikkan status Gunung Burni Telong dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Kenaikan status tersebut berlaku sejak Selasa, 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB.
PVMBG mencatat, dalam rentang waktu pukul 20.43 WIB hingga 22.45 WIB terjadi tujuh kali gempa terasa dengan lokasi berdekatan, yakni sekitar lima kilometer di barat daya puncak gunung.
Baca Juga: Kaleidoskop DPR 2025: Dari UU kontroversial hingga gelombang demo dan krisis kepercayaan publik
Selain gempa terasa, PVMBG juga merekam peningkatan signifikan gempa vulkanik, baik Gempa Vulkanik Dangkal (VB) maupun Gempa Vulkanik Dalam (VA).
Rinciannya meliputi tujuh kali gempa VB, 14 kali gempa VA, satu kali gempa tektonik lokal, serta satu kali gempa tektonik jauh.
Imbauan PVMBG dan BPBD kepada masyarakat
Menindaklanjuti peningkatan status tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari kawah Gunung Burni Telong.
Warga juga diminta menghindari area fumarol dan solfatara yang berpotensi berbahaya.
PVMBG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait guna menghindari kepanikan dan informasi yang menyesatkan.***