“Saya melihat sendiri bagaimana bantuan dari BNPB itu diturunkan dari atas pakai parasut, dan di bawah TNI AU mengumpulkan bantuan itu,” tuturnya.
Baca Juga: H-1 Natal 2025, arus lalu lintas Tol Cipali lancar dengan dominasi arah Cirebon
Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan bahwa negara hadir sejak awal. Namun, tantangan terbesar bukan pada niat atau usaha, melainkan pada sistem komando dan koordinasi.
“Jadi kondisinya benar semua pihak sudah berupaya, tapi satu yang kita butuhkan adalah komando,” tegas Sherly.
Akses terjal dan posko sulit dijangkau
Di lapangan, Sherly mendapati masih adanya tumpang tindih data dan jalur distribusi bantuan, yang memperlambat sampainya bantuan ke warga.
“Bantuan itu sudah masuk, tapi data ini harus diarahkan ke mana, itu saling tumpang tindih,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang malam Natal 2025, arus lalu lintas di Gerbang Tol Cilameri terpantau lancar
Ia juga menyoroti lokasi posko bantuan yang tidak selalu mudah dijangkau oleh para pengungsi.
“Terkait titik-titik posko, umumnya berada di rumah-rumah bupati, meski sekarang mungkin sudah ada posko tambahan,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat relawan harus bolak-balik dari posko ke lokasi bencana dengan medan yang sulit, sehingga distribusi bantuan memakan waktu lebih lama.
“Relawan harus datang dahulu ke sejumlah titik, kemudian kembali ke lokasi. Ini yang membuat bantuan lambat ke tangan warga,” ungkap Sherly.
Baca Juga: Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat
Perlu pembagian peran yang jelas
Meski demikian, Sherly menegaskan apresiasinya terhadap upaya kolaborasi pemerintah dan relawan.