news

Tolak terisolasi, warga Rusip Antara gotong royong bangun jembatan darurat tanpa alat berat

Rabu, 24 Desember 2025 | 16:03 WIB
Tangkapan layar warga yang sedang bergotong-royong membangun jembatan tanpa bantuan alat berat (TikTok/ISRA_arg)

Ada yang memotong kayu, mengangkat batang besar, hingga memastikan susunan jembatan cukup kuat untuk dilalui secara darurat.

Baca Juga: Pecah tangis syukur warga Pulau Tiga Aceh Tamiang saat relawan pertama tiba usai banjir

Keringat dan tenaga tercurah demi satu tujuan bersama: membuka kembali akses hidup desa.

Tak ingin terputus dari dunia luar

Dorongan utama warga melakukan aksi ini adalah kekhawatiran akan terisolasi terlalu lama.

Tanpa jembatan, desa mereka berpotensi terputus dari suplai bahan pangan, layanan kesehatan, hingga bantuan kemanusiaan.

Kesadaran kolektif akan pentingnya akses jalan membuat warga bergerak serempak.

Baca Juga: Darurat air bersih Aceh Tamiang: Warga bertahan 15 hari konsumsi air menghijau bekas pabrik sawit

Mereka memahami bahwa menunggu terlalu lama justru akan memperparah kondisi, sementara kebutuhan hidup harus tetap berjalan.

Jembatan darurat yang dibangun memang belum permanen, namun cukup menjadi jalur penyambung sementara agar mobilitas warga tetap berlangsung.

Bagi masyarakat Rusip Antara, jembatan itu bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol perlawanan terhadap keterbatasan.

Potret kuatnya solidaritas warga Aceh Tengah

Aksi mandiri warga Rusip Antara menjadi gambaran nyata kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga: Kearifan lokal warga Desa Sekumur: Saring air sungai jadi bersih pascabanjir Aceh Tamiang

Di saat teknologi dan alat berat tak tersedia, persatuan dan kepedulian sosial justru menjadi kekuatan utama.

Halaman:

Tags

Terkini