GENMILENIAL.ID — Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera meninggalkan duka mendalam bagi warga terdampak.
Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga kini masih berjuang memulihkan diri sembari menanti bantuan dari pemerintah dan relawan.
Tak hanya merenggut harta benda, bencana alam ini juga merenggut nyawa.
Salah satu kisah paling pilu datang dari Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
Baca Juga: Hanya minta selimut dan pampers adik, bocah Aceh Tamiang ini ketuk hati relawan
Seorang ayah menceritakan kehilangan terbesar dalam hidupnya: anaknya yang masih berusia dua tahun meninggal dunia akibat terseret banjir bandang.
Terlepas dari pelukan ibu saat air dan kayu menghantam rumah
Kisah tersebut diunggah oleh akun Instagram @sibangzul_ pada Minggu, 21 Desember 2025.
Dalam video itu, sang ayah mengungkapkan detik-detik tragis saat banjir bandang datang membawa arus deras disertai kayu gelondongan.
Anaknya yang bernama Mumtaz, berusia dua tahun, saat itu sedang menyusu pada ibunya di dalam rumah.
Baca Juga: Subang raih juara II PKK desa terbaik Jabar di Hari Ibu ke-97, bukti perempuan desa makin berdaya
“Mumtaz, bayi 2 tahun yang lepas dari pelukan ibunya yang lagi menyusui saat banjir bandang di Garoga, Tapteng,” tulis keterangan dalam unggahan video tersebut.
Sang ayah menuturkan, ketika air sungai tiba-tiba meluap, ibunya masih menggendong Mumtaz sambil menyusui.
Namun derasnya arus disertai hantaman kayu gelondongan membuat pelukan sang ibu tak mampu lagi menahan tubuh kecil anaknya.
Artikel Terkait
Jembatan putus, Desa Sekumur Aceh Tamiang terisolasi: Warga tinggal di terpal dan butuh tenda layak
Momen anak-anak pengungsi Aceh ‘paksa’ relawan makan roti bareng: Kita makan bersama om
Krisis air bersih pascabanjir, warga Aceh Tamiang terpaksa gunakan air sumur keruh demi bertahan hidup
Perjuangan relawan tembus jalur putus di Bener Meriah demi antar logistik korban banjir: Sedih lihat warga jalan kaki cari makan
Malam mencekam di Kota Lintang Bawah Aceh Tamiang: Warga tidur di atas balok kayu dan minum air lumpur demi bertahan hidup
Modal lampu mobil, warga Desa Pematang Durian Aceh Tamiang gotong royong buka akses jembatan tertimbun lumpur
Bermalam di hutan hingga makan ubi mentah, kisah pilu ibu di Tapanuli Tengah bertahan hidup saat longsor menerjang