Di sisi lain, dua siswa korban ledakan masih menjalani perawatan, masing-masing di RS Yarsi dan RSCM.
Baca Juga: Medan tetapkan status tanggap darurat banjir hingga 11 Desember, 1.829 warga mengungsi
Sekolah beroperasi normal, pendampingan masih berjalan
Budi memastikan kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta sudah kembali normal.
“Pendampingan dari pihak-pihak terkait juga masih ada, termasuk bagi keluarga-keluarga korban maupun korban,” ujarnya.
Menurutnya, tim trauma healing masih menjalankan pendampingan lanjutan.
KPAI pastikan pendampingan hukum untuk pelaku
Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menegaskan bahwa proses hukum terhadap ABH dilakukan dengan perspektif perlindungan anak.
Baca Juga: Tragedi banjir bandang di Kabupaten Agam telan 74 korban jiwa, 2.500 warga mengungsi
“Prosesnya akan berspektif pada anak, yang dilakukan untuk yang terbaik pada anak dan tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang melakukan tindakan hukum,” ucapnya.
Ia memastikan bahwa pendampingan hukum akan terus dilakukan dalam seluruh tahap pemeriksaan hingga persidangan.
Rangkaian ledakan di SMAN 72 Jakarta
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada 7 November 2025 saat kegiatan salat Jumat berlangsung.
Sebanyak 96 orang menjadi korban, terdiri dari 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat.