Ia juga menilai kenaikan PPh Badan bruto 7,1 persen tidak mencerminkan kesehatan ekonomi tahun ini karena ditopang kinerja perusahaan tahun 2024.
“Apakah ini sustainable atau hanya one off karena harga sawit 2024?” ujarnya.
Di akhir rapat, Harris menegaskan bahwa yang dibutuhkan negara adalah penerimaan neto yang kuat.
“Pertumbuhan bruto tidak berarti apa-apa. Ini PR besar bagi Menteri Keuangan,” tutupnya.***