GENMILENIAL.ID — Meninggalnya Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin, terus memicu sorotan publik. Yusuf wafat mendadak pada Jumat, 14 November 2025 di RS Mayapada Bandung, tak lama setelah disebut-sebut sempat bermain golf.
Namun hingga kini, penjelasan resmi terkait penyebab kematiannya belum disampaikan secara rinci oleh manajemen bank.
Minimnya transparansi itu memunculkan sejumlah pertanyaan baru, terlebih Yusuf adalah pimpinan BUMD strategis milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Hampir sepekan tanpa penjelasan, Bank BJB belum ungkap penyebab wafatnya Dirut Yusuf Saadudin
Publik meminta kejelasan karena peristiwa ini terjadi hanya tujuh bulan setelah ia diangkat sebagai Direktur Utama definitif melalui RUPS Tahunan.
Praktisi hukum soroti kejanggalan
Praktisi hukum sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, Beniharmoni Harefa, menjadi salah satu pihak yang mendesak penyelidikan komprehensif.
Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum perlu membuka fakta secara menyeluruh agar tidak menimbulkan spekulasi.
Baca Juga: Semeru masih level awas, PVMBG minta warga jauhi radius 8 km dan waspadai lahar dingin
“Kematian Dirut Bank BJB agar tidak menimbulkan pertanyaan di kalangan publik, harus diselidiki hingga tuntas,” ujar Harefa dikutip dari mediusnews.com, Jumat, 21 November 2025.
Harefa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum, namun ia menilai publik tetap berhak mengetahui kronologi sebenarnya.
Menurutnya, terdapat sejumlah informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait kabar Yusuf sempat berada di lapangan golf sebelum kondisinya memburuk.
Fakta mengenai lokasi kejadian, siapa yang hadir, jejak saksi, hingga catatan medis, perlu dibuka secara transparan.
Baca Juga: Dekranasda Subang dorong serat daun nanas jadi identitas baru UMKM lokal