Spekulasi kian liar soal wafatnya Dirut BJB: Dugaan kecelakaan golf dan diamnya manajemen

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 20 November 2025 | 15:45 WIB
Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin (Dok. BJB)
Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin (Dok. BJB)

GENMILENIAL.ID — Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin, wafat pada Jumat dini hari, 14 November 2025, di Bandung. Namun hampir sepekan berselang, manajemen BJB tidak memberikan satu pun pernyataan resmi tentang penyebab kematiannya.

Kekosongan informasi ini memicu spekulasi luas di internal perusahaan hingga kalangan publik.

Sumber terpercaya yang mengetahui kronologi kejadian memastikan bahwa Yusuf mengalami kecelakaan saat bermain golf sebelum kondisinya memburuk.

Bola yang dipukul salah satu rekan bermain disebut meleset dan mengenai bagian sensitif tubuh almarhum hingga memicu cedera serius.

Baca Juga: Bukan sekadar blusukan, ‘Saba Desa’ jadi mesin kontrol layanan publik ala Bupati Subang

“Iya, itu kecelakaan,” kata sumber tersebut.

Ia menambahkan, Yusuf langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi nyawanya tidak terselamatkan.

Namun sumber tersebut menolak menyebutkan lokasi lapangan golf maupun identitas rekan yang terlibat dalam insiden tersebut.

Spekulasi menguat gara-gara minimnya penjelasan BJB

Kabar mengenai kecelakaan di lapangan golf sebenarnya sudah beredar di internal BJB sejak hari pertama.

Baca Juga: Mahfud MD: Penarikan Polri dari jabatan sipil tak perlu tunggu PP baru, putusan MK sudah mengikat

Namun absennya klarifikasi resmi membuat rumor berkembang tak terkendali.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar:
• Mengapa BJB tidak memberikan penjelasan publik?
• Apa alasan tidak ada rilis resmi ataupun konferensi pers?
• Mengapa perusahaan terbuka memilih untuk diam?

Sumber internal menilai sikap bungkam ini justru memperkeruh persepsi publik terhadap kredibilitas manajemen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X