Kematian Dirut Bank BJB dinilai sarat kejanggalan, praktisi hukum minta fakta di lapangan golf diungkap

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 22 November 2025 | 20:22 WIB
Praktisi hukum sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, Beniharmoni Harefa mendorong penyelidikan kematian Dirut BJB, Yusuf Saadudin (Tangkapan layar Instagram @citra_zebb)
Praktisi hukum sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, Beniharmoni Harefa mendorong penyelidikan kematian Dirut BJB, Yusuf Saadudin (Tangkapan layar Instagram @citra_zebb)

“Informasi yang belum jelas harus diluruskan agar tidak menjadi misteri berkepanjangan,” kata Harefa.

Pertanyaan soal etika pimpinan BUMD

Selain kejanggalan soal kronologi, Harefa juga menyoroti isu yang mengemuka di publik: apakah aktivitas golf tersebut dilakukan pada jam kerja.

Ia menilai, sebagai pimpinan perusahaan terbuka, setiap tindakan pejabat publik harus mencerminkan akuntabilitas.

“Sehingga agar tidak menimbulkan pertanyaan terus-menerus dan menjadi misteri, maka harus dilakukan penyelidikan hingga tuntas,” tegasnya.

Baca Juga: Ferry Irwandi soroti vonis Ira Puspadewi: Alarm bahaya kriminalisasi keputusan bisnis BUMN

Dampak pada kepercayaan publik

Minimnya keterangan dari manajemen Bank BJB berpotensi memengaruhi kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan.

Sebagai perusahaan terbuka yang diawasi OJK dan tercatat di pasar modal, transparansi dipandang sangat penting.

Harefa menilai penyelidikan resmi tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, tetapi justru membantu meredam spekulasi dan menjaga reputasi perusahaan.

“Penyelidikan resmi bisa memulihkan keyakinan publik,” ujarnya.

Baca Juga: Perumda TRS Subang jadi role model nasional: Indramayu datang belajar transformasi digital dan tata kelola

Jejak Karier Singkat Yusuf Saadudin

Yusuf Saadudin lahir di Bandung pada 1973. Ia memiliki latar pendidikan ekonomi serta Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Padjadjaran.

Kariernya di Bank BJB terbilang panjang, mulai dari Pemimpin Divisi KPR & KKB, Kepala Kredit Konsumer, Direktur Konsumer & Ritel, hingga akhirnya dipercaya sebagai Dirut definitif pada April 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X