GENMILENIAL.ID — Program pemberdayaan UMKM Subang kembali melahirkan inovasi baru. Dekranasda Subang resmi menutup Pelatihan Kerajinan Serat Daun Nanas dan menegaskan material lokal ini berpotensi menjadi identitas baru produk kerajinan khas Subang.
Pelatihan yang digelar di PLUT Subang sejak 10 November 2025 ini menghadirkan 13 pengrajin binaan DKUPP.
Selama 13 hari, para peserta mendapatkan pembelajaran intensif untuk membuat sejumlah produk berbahan serat daun nanas, mulai dari tas motif kerang, tas motif melati, dompet, hingga tas telepon genggam.
Baca Juga: Ferry Irwandi soroti vonis Ira Puspadewi: Alarm bahaya kriminalisasi keputusan bisnis BUMN
Kabid UMKM DKUPP Subang, Dadan Hamdani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan UMKM melalui pendataan, kemitraan, kemudahan perizinan, serta peningkatan kapasitas pengrajin.
“Kami ingin produk lokal Subang semakin berdaya saing,” ujarnya.
Ketua Dekranasda Subang sekaligus Ketua TP PKK, Ega Anjani Reynaldy, menyebut serat daun nanas berpeluang besar menjadi ciri khas baru Kabupaten Subang.
Selain ukir solder yang lebih dulu dikenal, kerajinan serat daun nanas dinilai memiliki potensi untuk dipatenkan sebagai produk asli daerah.
“Dari serat daun nanas, kita bisa hasilkan banyak produk. Tidak hanya tas, tapi juga tenun hingga home decor seperti keranjang dan dekorasi dinding. Ini bisa menjadi identitas baru Subang,” kata Ega.
Ia menekankan bahwa keberdayaan perempuan menjadi kekuatan penting dalam pertumbuhan UMKM daerah.
Menurutnya, peran perempuan yang mampu mengelola keluarga sekaligus berkontribusi dalam ekonomi menjadi fondasi penting peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ega optimistis produk berbahan serat daun nanas dapat bersaing hingga pasar nasional dan internasional.
Baca Juga: Sudah 20 tahun swadaya, warga RW 14 Sukamelang desak perbaikan Jalan Terminal-Pramuka
Artikel Terkait
Gerakan edukasi halal UMKM dorong pemuda dan pelaku usaha Subang jadi pendamping produk halal
Ketua Dekranasda Subang dorong inovasi digital dan kolaborasi pelaku kreatif: Bukan ancaman, tapi peluang besar
Banyak anak SD alami gangguan penglihatan, PKK Subang gerak cepat bagikan 1.000 kacamata
UMKM Mitra Dahana ikuti inkubasi bisnis TJSL, siap naik kelas dan go digital
Jambore PKK Subang 2025: Ruang pulih dan penguatan perempuan penggerak desa
Budaya antikorupsi harus dimulai sejak dini: PKK Subang serukan pendidikan integritas di rumah
Kredit UMKM mandek di Oktober 2025, Bank Indonesia beberkan 3 faktor utama