GENMILENIAL.ID — Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi hingga membuat statusnya tetap di Level IV (Awas).
Kewaspadaan pun diperketat, bukan hanya karena potensi awan panas, tetapi juga ancaman lahar dingin akibat curah hujan ekstrem dua hari terakhir.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya menegaskan bahwa pembatasan radius bahaya masih berlaku ketat.
Baca Juga: Dekranasda Subang dorong serat daun nanas jadi identitas baru UMKM lokal
Masyarakat diminta menjauhi zona merah yang ditetapkan demi keselamatan.
“Status masih level 4 dan rekomendasi tetap di radius 8 kilometer, dan yang sektoral ke arah tenggara selatan 20 kilometer,” ujar Hadi di Bandung, Jumat 21 November 2025.
Ia menambahkan bahwa zona tersebut dapat diperluas jika aktivitas vulkanik meningkat.
PVMBG saat ini memantau 69 gunung api aktif secara real-time, dengan Semeru menjadi satu-satunya gunung yang berada pada Level IV.
Baca Juga: Ferry Irwandi soroti vonis Ira Puspadewi: Alarm bahaya kriminalisasi keputusan bisnis BUMN
Sementara itu, Merapi dan Lewotobi Laki-laki berada pada Level III (Siaga).
Ancaman berikutnya datang dari material vulkanik yang terus menumpuk. Dalam 12 jam terakhir, Semeru masih mengalami 36–45 kali erupsi.
Kondisi ini dinilai berpotensi besar memicu banjir lahar dingin ketika hujan tiba.
“Yang kami khawatirkan adalah potensi bencana kedua. Material vulkanik yang menumpuk bisa langsung terbawa hujan deras dan menjadi lahar dingin,” jelas Hadi.
Artikel Terkait
Gunung Ruang kembali erupsi, PVMBG naikan level dari siaga ke level awas
Mengintip sejarah letusan puncak berapi kembar di NTT yang kembali erupsi pada Kamis, 7 November 2024: Tingginya lebih dari 1.500 mdpl!
Di sela kunker di AS, Prabowo gelar rapat via vicon respons cepat erupsi Gunung Lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama
Status Semeru naik ke Level IV Awas: Awan panas beruntun, guguran lava kian intens