Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa dugaan praktik korupsi ini bukan kejadian tunggal. KPK meyakini pola pemotongan anggaran dan setoran kepada kepala daerah sudah berulang kali terjadi.
“Kegiatan tangkap tangan ini adalah bagian dari beberapa penyerahan sebelumnya. Jadi sebelum kegiatan ini, diduga sudah ada penyerahan-penyerahan lain,” ungkapnya.
Temuan ini mengindikasikan adanya sistem korupsi terstruktur dan berulang di lingkungan Pemprov Riau, terutama dalam proyek infrastruktur.
Penangkapan di sebuah kafe
Budi juga menyebut bahwa tim KPK sempat melakukan pengejaran sebelum akhirnya mengamankan Abdul Wahid di sebuah kafe di kawasan Riau.
“Terhadap saudara AW yang merupakan kepala daerah atau gubernur, tim sempat melakukan pencarian dan pengejaran,” jelasnya.
“Kemudian diamankan di salah satu kafe di Riau,” pungkasnya.***